Header Ads

Tangani Sampah, Pemprov Jateng Gandeng Denmark


JATENGNEWS.CO.ID, SEMARANG--- Sampah dan limbah industri masih menjadi persoalan, termasuk di Jawa Tengah. Sebab, limbah yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak pada polusi dan pencemaran lingkungan.


Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Denmark (Danida) berencana menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenai teknologi pengolahan sampah dan limbah industri menjadi energi baru terbarukan (EBT) melalui proyek percontohan Environment Support Programme Phase 3 (ESP3).


Duta Besar Denmark Casper Klynge menjelaskan ada lima daerah yang dijadikan sebagai pilot project pengimplementasian teknologi pengolahan sampah dan limbah oleh Danida. Yakni, Kota Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, Klaten, dan Jepara.


Di Kota Semarang akan dibangun pembangkit listrik berdaya 1,2 MW dengan bahan bakar gas metana dari sampah di TPA Jatibarang. Di Cilacap akan dibangun pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar (Refuse-derived fuel) di TPA Tritih Lor dengan kapasitas 120 ton sampah per hari. Sedangkan di Kota Tegal akan dilakukan pembersihan 25.000 ton limbah bahan berbahaya beracun (B3) hasil peleburan logam dari Desa Pasarean Kecamatan Adiwerna.


Untuk Klaten akan dilakukan penanganan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Pucang Miliran Kecamatan Tulung yang nantinya dijadikan gas untuk kebutuhan sehari-hari warga sekitar. Sementara, di Jepara akan dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sistem off-grid di Pulau Parang, Nyamuk, Genting Kepulauan Karimunjawa yang beroperasi 24 jam.

Casper meyakini proyek tersebut dapat berjalan dengan baik karena pengolahan sampah dan limbah sudah menjadi bidang keahlian mereka. Bahkan transisi hijau atau green transition sudah dilakukan selama 20-30 tahun terakhir. Sehingga proyek tersebut dapat menjadi inovasi dan solusi, tidak hanya untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah namun juga untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat semakin tumbuh.


“Transisi hijau ini sudah dilakukan oleh Denmark selama 20-30 tahun terakhir. Waste energy atau limbah yang diolah menjadi energi merupakan keahlian negara kami. dengan mengolah limbah tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menumbuhkan ekonomi,” katanya usai beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (21/6).


Casper berharap pilot project yang dilakukan di Jawa Tengah ini nantinya dapat direplikasikan ke daerah-daerah lain. Sehingga problem pencemaran lingkungan dapat sedikit demi sedikit teratasi.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Denmark dengan Pemerintah Jawa Tengah di bidang pengolahan sampah dan limbah. Dia berharap proyek ini tidak hanya asal jadi tetapi harus berkelanjutan atau kontinyu sehingga anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Denmark dapat dipertanggungjawabkan.


“Beliau membantu kita dan harus mempertanggungjawabkan kepada Pemerintah Denmark. Ini bagian dari renewable energy dan untuk menjaga lingkungan kita agar menjadi lebih baik, tapi harapan besarnya ini tidak hanya sekedar jadi, tapi setelah jadi harus berkelanjutan,” katanya.


Sementara itu, Penasihat Teknis ESP3 Ian Rowland mengatakan pembebasan lahan untuk proyek akan dilakukan sekitar Bulan September-Oktober 2016. Sedangkan tahap konstruksi akan dilakukan pada kwartal kedua 2017 dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. Dia berharap tidak ada penundaan-penundaan yang dapat mengganggu penyelesaian proyek sesuai dengan target yang ditentukan agar implementasinya dapat berjalan optimal. Proyek ESP3 tersebut seluruhnya akan menggunakan anggaran dari Pemerintah Denmark dengan total investasi sebesar 73,5 juta Danish Krone (DKK).


“Investment dari Denmark semua. Sekitar Rp 38 miliar untuk pekerjaan di TPA dan penyediaan peralatan di Semarang. Akan ada beberapa dari pemkot untuk membuat jalan, dari Kementerian PU PR akan membantu dengan membuat zona baru di dalam TPA,” terangnya. 


Sumber | Press Release HumasPemprov





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.