Header Ads

Modal Jari Bisa Keliling Amerika Serikat



JATENGNEWS.CO.ID, SOSOK--- Menjadi ibu rumahtangga bukan berarti tidak bisa eksplorer kreativitas atau potensi. Menjadi ibu rumahtangga justru menjadi peluang untuk melakukan sesuatu yang profresif. Septi Wulandari adalah salah satu contoh muslimah yang jadi ibu rumahtangga cerdas. 

Hanya bermodalkan jari jemarinya, muslimah ini bisa keliling ke Amerika Serikat. Yap, hanya bermodalkan jari. Muslimah kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini adalah sosok yang mengenalkan metode jarimatika, sebuah konsep kontemporer belajar matematika, khususnya berhitung.


Jarimatika adalah kependekan Jari dan Matematika. Metode yang dikembangkan Septi sebetulnya sangat simple, tapi tak semua orang terpikir dengan sesuatu sederhana itu. Metode ini bermula ketika ia mengajarkan anaknya matematika. Maklum, sebagian anak atau kita menganggap matematika itu pusing tujuh keliling.


Peni lalu mencontohkan, pola kerja jarimatikanya. Lima jari di tangan kanan diumpamakan sebagai angka satuan, dan lima jari di tangan kiri sebagai angka puluhan. Dengan cepat pula ia mencontohkan penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian dengan 10 jarinya. 


"Kalau awal-awal memang susah. Itu juga yang saya alami ketika menularkannya kepada ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggal saya. Apalagi, ibu-ibu kan mungkin jari tangannya sudah kaku. Ada yang sampai menangis segala pas belajarnya.  


Dengan jarimatika-nya, mantan PNS ini membangun perkumpulan ibu-ibu rumah tangga yang dinamakannya Institut Ibu Profesional dengan anggota 1000 orang. Kegiatannya, segala sesuatu yang menghasilkan selain mengadakan kursus jarimatika. Di kota kelahirannya Salatiga, Peni membangun pusat pelatihan dan training center di kawasan Margo Sari. Kata dia, segala sesuatu tak harus berpusat di Jakarta. 


Dari Salatiga, Peni merambah Amerika Serikat. Pada tahun 2007, ia diundang ke beberapa kota di negara adidaya itu dan mengajarkan jarimatika kepada puluhan ibu rumah tangga disana. Kiprah Peni tak berhenti sampai di Amerika. (DBS/KNT)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.