Header Ads

Jawa Tengah Galakan Siskamling Digital


JATENGNEWS.CO.ID, DIGITAL - Ramainya soal informasi hoax yang belakangan menjadi perbincangan sekaligus perdebatan publik masih terus akan terjadi. Saking ramainya soal hox, situs Pemprov Jawa Tengah pun memuat seruan untuk Siskamling Digital.

Dalam situs resmi Pemprov Jateng tersebut, dimuat sejumlah langkah apa saja yang mesti dilakukan oleh masyarakat ketika menemui informasi hoax di dunia internet khsusunya sosial media. Berikut ini langkah - langkahnya.

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan (dan ini bisa dipilih salah satu atau beberapa sekaligus, tergantung situasi kondisi)

1) Lapor/Report di Platform
Facebook, Twitter, Instagram sudah menyediakan menu untuk melaporkan konten negatif, mau itu hoaks, pornografi, hate speech dan semacamnya.

Ada kalanya platfom bisa menghapus konten itu secara langsung, atau 3dr party fact checker akan melabeli konten itu sehingga ada warning buat masyarakat jika ingin melihat atau mempercayai konten tersebut.

2) Lapor di Aduankonten.ID yang dikelola Kementrian Kominfo
Kita disana bisa buat akun, dengan email dan identitas. Dan kita bisa melaporkan konten negatif yang kita temukan. Laporan ini akan masuk dalam desk tim aduankonten, dimana nanti tim aduankonten ini bisa menindaklanjuti dengan meminta platform untuk menurunkan konten, atau memasukkan situs dalam pemblokiran.

3) Lapor melalui Bawaslu
Untuk konten negatif terkait dengan Pemilu, Bawaslu membuka pintu pelaporan dari level Kabupaten hingga Pusat. Yang paling mudah adalah menggunakan form pelaporan yang tersedia di
Kita bisa melaporkan sebagai masyarakat atau jika mewakili lembaga, bisa kita sebutkan nama lembaganya.

4) Lapor melalui Mafindo
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia juga membuka pintu laporan konten negatif dari masyarakat melalui Group Diskusi Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax di Facebook. https://www.facebook.com/groups/fafhh/

5) Lapor melalui aplikasi Patroli Siber
Untuk konten negatif yang berpotensi melanggar hukum pidana, Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri juga menyediakan aplikasi Patroli Siber yang bisa didownload di Playstore untuk smartphone.

Seperti diketahui penafsiran soal hoax masih menjadi perdebatan, bahkan Rocky Gerung, Ahli Filsafat dalam sebuah acara mengatakan bahwa sumber hoax paling canggih adalah pemerintah, karena pemerintah memiliki semua instrumen, mulai dari data statistik, intelejen dan instrumen lainnya.

Sementara dari pihak pemerintah sendiri melalui Presiden Jokowi berulangkli agar penyebar hoax diberikan hukuman dan ia mengimbau agar masyarakat jangan ikut menyebar informasi hoax. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.